Sabtu, 02 Agustus 2014

Dimana Kakimu Menjejak, disitu Rumahmu



Sebuah sinopsis buku berjudul Rumah adalah di Mana Pun karya 19 Pejalan Perempuan
               
Sesuai titelnya yang menuansakan kehangatan bahwa faktanya, kemanapun kamu pergi, kamu akan menemukan rumahmu, buku ini menceritakan perjalanan dari sembilan belas pejalan perempuan menuju tempat-tempat eksotis di seantero Indonesia. Tidak sekedar menjadi turis yang terus menerus menjerit, “Alamak, indah sekali!”, namun dalam perjalanan demi perjalanan mereka menemukan makna berpergian itu sendiri, tentunya menjadi unik karena ditilik melalui kacamata para wanita, pejalan wanita.
                Kesembilan belas pejalan perempuan ini adalah para blogger yang sering kopdar, jalan-jalan, rumpi-rumpi, berbagi cerita, akhirnya memutuskan untuk menjadikan proyek kumpulan cerita perjalanan ini betulan. Salah seorang yang kami sangat kenal, beliau adalah Mbak Indri Juwono (alumni KAPA FTUI), juga terlibat sebagai salah seorang penceritera di dalam buku ini.
                Para pejalan ini berpergian sendiri, bersama pacar, teman, suami, dengan siapapun mereka berjalan, jalan dan itikat yang dilalui berbeda sehingga menghasilkan kisah yang berbeda, makna perjalanan yang berbeda. Setiap desir kekaguman, pemaknaan hidup, lembar baru kisah, destinasi cinta, penyembuhan luka, olahraga ekstrem, semuanya tumplek tubleugh menjadi satu di dalam buku cantik ini.
                Lebih dari memaknai perjalanan, mereka juga mencoba menyatu dengan tempat-tempat blusukan mereka, bukan sekedar sebagai pelarian dari rutinitas namun juga perjalanan untuk menguasai kegundahan yang meliputi. Kegundahan karena berjalan sendiri, tempat yang sama sekali baru, pikiran-pikiran kalut yang terkadang melulu terbatas oleh hal-hal negatif, mereka mencoba untuk melepas semua hal itu. Sekali lagi, cerita-cerita yang ada menjadi unik karena dilihat dari perspektif yang berbeda, mata dan hati wanita.
                Sangat menarik saat bertandang ke Larantuka menghadiri parade agama Katolik dan ikut terlarut didalamnya, dinginnya Mandalawangi yang melelehkan sehingga cinta baru ikut melebur didalamnya, Padang yang susahnya minta ampun untuk melihat Rumah Gadang asli, Blue Fire yang memaklumi aku dan kamu, atau memikatnya sebuah kampung nirwana yang terletak diatas awan, Wae Rebo. Tadi adalah sekian dari sembilan belas destinasi cantik dari sembilan belas pejalan cantik ini.
                Masih banyak destinasi-destinasi lain seperti Sabang, Toraja, Derawan, Bali, Raja Ampat, bahkan Gua Jepang. Dalam setiap kesederhanaan mereka menemukan kemewahan, dalam setiap kemewahan mereka menemukan kesederhanaan. Keseimbangan seperti itulah yang menjadikan paket komplet perjalanan dari awal pergi sampai pulang lagi. Sampai-sampai, terkadang tidaklah lagi perlu dicari rumahmu, karena Rumah adalah di Mana Pun.

Malam ini harus selesai buku 1984-nya, besok mau di-review!
What makes a review as a review is simply because there are reader perspectives in it.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar