Sebuah sinopsis buku
berjudul Rumah adalah di Mana Pun karya 19 Pejalan Perempuan
Kesembilan belas pejalan
perempuan ini adalah para blogger yang sering kopdar, jalan-jalan, rumpi-rumpi,
berbagi cerita, akhirnya memutuskan untuk menjadikan proyek kumpulan cerita
perjalanan ini betulan. Salah seorang yang kami sangat kenal, beliau adalah
Mbak Indri Juwono (alumni KAPA FTUI), juga terlibat sebagai salah seorang
penceritera di dalam buku ini.
Para pejalan ini berpergian
sendiri, bersama pacar, teman, suami, dengan siapapun mereka berjalan, jalan
dan itikat yang dilalui berbeda sehingga menghasilkan kisah yang berbeda, makna
perjalanan yang berbeda. Setiap desir kekaguman, pemaknaan hidup, lembar baru
kisah, destinasi cinta, penyembuhan luka, olahraga ekstrem, semuanya tumplek tubleugh menjadi satu di dalam
buku cantik ini.
Lebih dari memaknai perjalanan,
mereka juga mencoba menyatu dengan tempat-tempat blusukan mereka, bukan sekedar sebagai pelarian dari rutinitas
namun juga perjalanan untuk menguasai kegundahan yang meliputi. Kegundahan
karena berjalan sendiri, tempat yang sama sekali baru, pikiran-pikiran kalut
yang terkadang melulu terbatas oleh hal-hal negatif, mereka mencoba untuk melepas
semua hal itu. Sekali lagi, cerita-cerita yang ada menjadi unik karena dilihat
dari perspektif yang berbeda, mata dan hati wanita.
Sangat menarik saat bertandang
ke Larantuka menghadiri parade agama Katolik dan ikut terlarut didalamnya,
dinginnya Mandalawangi yang melelehkan sehingga cinta baru ikut melebur
didalamnya, Padang yang susahnya minta ampun untuk melihat Rumah Gadang asli, Blue Fire yang memaklumi aku dan kamu,
atau memikatnya sebuah kampung nirwana yang terletak diatas awan, Wae Rebo. Tadi
adalah sekian dari sembilan belas destinasi cantik dari sembilan belas pejalan
cantik ini.
Masih banyak destinasi-destinasi
lain seperti Sabang, Toraja, Derawan, Bali, Raja Ampat, bahkan Gua Jepang. Dalam
setiap kesederhanaan mereka menemukan kemewahan, dalam setiap kemewahan mereka
menemukan kesederhanaan. Keseimbangan seperti itulah yang menjadikan paket
komplet perjalanan dari awal pergi sampai pulang lagi. Sampai-sampai, terkadang
tidaklah lagi perlu dicari rumahmu, karena Rumah adalah di Mana Pun.
Malam ini harus selesai buku 1984-nya, besok mau di-review!
What makes a review as a review is simply because there are reader perspectives in it.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar